Melirik Dibalik suksesnya Peluang bisnis minuman cepat saji “Teh Kempot” dengan omset...

Melirik Dibalik suksesnya Peluang bisnis minuman cepat saji “Teh Kempot” dengan omset Puluhan juta

459
0
SHARE
Melirik Dibalik suksesnya peluang bisnis minuman cepat saji Teh Kempot dengan omset Puluhan juta
Melirik Dibalik suksesnya peluang bisnis minuman cepat saji Teh Kempot dengan omset Puluhan juta

Radarjawa.com– Melirik Dibalik suksesnya Peluang bisnis minuman cepat saji “Teh Kempot” dengan omset Puluhan juta. Banyak peluang usaha yang menggiurkan dan mampu mendatangkan omset yang besar kalau kita mampu menangkap peluang pasar dengan baik dan juga bisa menekuni bisnis tersebut. Peluang bisnis minuman cepat saji merupakan salah satu yang menjadi pilihan untuk berbisnis karna disamping membutuhkan modal kecil juga cara pembuatannya tidak sulit dan keuntungan yang diperoleh juga cukup besar.

Peluang bisnis tersebut tentunya juga tidak disia-siakan oleh seorang wirausaha Muda bernama Champion Giovan Raihan. Pria yang masih belia dan memulai usahanya di usia 18 tahun asal kota Malang tersebut telah membuktikan bahwa usia muda bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk menjadi pengusaha muda sukses. Peluang bisnis minuman cepat saji yang dirintis Giovan mendapat respon yang positif dari masyarakat sekitar. Ia mengusung nama “Teh Kempot” untuk bisnis minuman teh cepat saji tersebut.

Nama kempot yang unik terispirasi ketika seorang meminum atau menyedot minuman dengan keras dan kuat maka pipinya akan mengerut kedalam dalam istilah bahasa jawanya dinamakan kempot. Pentingnya menciptakan Ide bisnis kreatif seperti yang dilakukan Giovan dengan menciptakan brand Unik merupakan salah satu yang menjadikan brandnya mudah diingat dan banyak mengundang penasaran bagi para pembelinya.

Peluang bisnis minuman cepat saji tersebut menjadi pilihannya karna mudah di jalankan mengingat Bahan dasarnya yang digunakan untuk membuat minuman tersebut mudah didapat seperti teh, susu, cincau, buah-buahan bahkan sinom atau jamu sampai minuman yang diracik sendiri.

Berawal dari keisengan dan daya kreatifnya yang tinggi Victor meracik teh yang dicampur dengan susu fermentasi, ternyata hasilnya diminati banyak orang. Lalu kenapa Victor tertarik dengan bisnis minuman cepat saji? Karena menurutnya, perkembangan bisnis tersebut sangat bagus dan memiliki prospek jangka panjang sehingga Peluang bisnis minuman cepat saji merupakan pilihan yang tepat.

Pada saat berpergian biasanya orang saat haus akan mencari minuman yang enak dan praktis serta mempunyai rasa yang berbeda dengan minuman lainnya. Selain dilihat dari segi kepraktisan, dilihat dari segi cara pembuatan tidak terlalu sulit dalam proses pembuatan aneka minuman cepat saji tersebut. Bahan-bahan yang digunakan mudah didapat, dan yang paling penting keuntungan yang diraih cukup besar yaitu sekitar 350% lebih besar dari bisnis lainnya yang sudah di jalankan Victor yaitu bisnis bakso mercon dengan keuntungan sekitar 100% saja.

Dalam memulai bisnisnya Victor mengeluarkan modal yang relatif kecil hanya sekitar 3 juta yang berasal dari pinjaman orang tua. Pertama Victor membuka 1 outlet, lalu berkembang dan setelah mempunyai beberapa outlet, Victor bisa mengantongi penghasilan paling sedikit Rp 2 juta per bulan dari 1 outlet miliknya kalau rame bisa lebih dari 2jutaan.

Victor sampai saat ini telah membuka 10 outlet yang diurusnya sendiri, dan 17 outlet lain yang merupakan hasil kerjasama dengan mitranya. Sudah bisa dikalkulasi kan berapa omset perbulannya dari total 27 outlet hasil bisnis minuman teh kempot tersebut bisa satu otlet saja perbulan sudah mendapatkan laba 1-2 jutaan bahkan bisa lebih. Teh dikemas dengan ukuran gelas teh yoghurt 250 ml dan dijual seharga 2,000 sampai dengan 2,500 Rupiah.

Bagi yang memiliki ketertarikan bisnis Teh Kempot kita bisa bekerja sama di bisnisnya, cukup membayar Rp 3,5 juta, sudah menerima 1 gerobak ditambah 100 cup gelas kemasan dan alat masak. Sementara ini, mitra kerjasamanya paling banyak di Malang, dua mitra yang lain di Palembang dan Jakarta.

Orang tua Victor mendukung penuh apa yang dilakukan putranya. Mereka percaya, dengan membuka usaha sendiri, dapat melatih Victor menjadi pribadi mandiri, tidak bergantung pada orang lain. Victor mengaku, dalam sehari jumlah daun teh kering yang dibutuhkan untuk produksi mencapai 20 kg, kurang lebih sekitar 70 gelas, dan menghabiskan 4 kg gula sehari per outlet.

Meski Victor memang lebih dulu mengelola bisnis bakso, ketimbang teh yoghurt namun dia menjalankan semua bisnisnya konsisten dan telaten. Outlet baksonya baru ada lima, Semuanya outlet ada di Malang. Tahun ini, ia berencana nambah lima outlet. Bisnis yang dikelolanya ini belakangan berkembang ke minuman. Alasannya sederhana, kalau orang makan bakso pasti juga butuh minuman.

Harapan Victor, di tahun depan bisa membuka outlet baru supaya keuntungan yang dihasilkan dari bisnisnya bertambah. Mengenai masalah dana untuk memperluas bisnis teh cepat sajinya, Victor enggan meminjam bank atau kredit, karena menurut dia dengan modal pribadi dan pinjaman orangtua sudah lebih dari cukup.

Sebuah kisah berbisnis minuman cepat saji yang sangat menginspirasi semoga menjadikan kita semangat buat memulai usaha apabila kita sudah memiliki sebuah ide usaha yang akan kita jalankan kita bisa membuat master plan bisnis yang baik dengan melakukan analisis mengenai Aspek pemasaran dalam studi kelayakan bisnis tersebut.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY