Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) pada UMKm

Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) pada UMKm

1241
0
SHARE
Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)
Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)

Radarjawa.com – Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) pada UMKm. Saatat ini para pelaku bisnis sudah menjamur ditanah air, namun tak sedikit pula dari mereka mengabaikan untuk menyusun dan penghitungan harga pokok penjualan (HPP) atau Cogs sebelumnya. Dengan alasan mungkin yang terlalu ribet atau bahkan mereka tidak banyak mengert apa itu HPP, bagaimana cara menghitung HPP dan apa manfaatnya dari penyusunan HPP itu sendiri.

HPP merupakan bagian yang sangat penting dalam setiap bisnis karena dari HPP kita bisa menetapkan harga jual secara tepat sehingga juga mempermudah dalam perhitungan laba sebuah bisnis. Tanpa melakukan perhitungan HPP kita tidak tau sejauh mana bisnis tersebut sebenarnya memberikan keuntungan.

Meskipun Bisnis kita saat ini masih kecil namun kita juga perlu menyusun dan melakukan perhitungan HPP, karna bisnis itu semakin lama akan semakin lebih komplek, Sehingga antisipasi penyusunan HPP dari awal merupakan solusi yang paling tepat.

Lalu apasih makna dari harga pokok penjualan (HPP) itu sendiri? HPP adalah angka hasil perhitungan seluruh biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi hingga sampai ke gudang atau hingga menjadi berstatus menjadi sebuah persediaan.

Dalam Usaha perusahaan dagang, maka harga pokok penjualan (hpp) adalah Total dari semua biaya yang sudah dikeluarkan untuk membeli produk dagangan hingga masuk dalam gudang sebagai persediaan untuk bisa dijual kembali. Harga pokok penjualan inilah yang menjadi angka yang mewakili persediaan / produk dalam gudang, sekaligus sebagai salah satu dasar dalam menghitung laba rugi.

Dalam perusahaan manufaktur Perhitungan harga pokok produksi bertujuan untuk mengetahui besarnya total biaya produksi yang dikeluarkan dalam memproduksi barang dan jasa. Biasanya perhitungan ini mencangkup biaya bahan baku, tenanga kerja langsung, dan biaya overhead. Namun tidak termasuk periode (operasi) biaya seperti penjualan, iklan dan pengembangan.

Adapun manfaat lain dari Penyusunan HPP diantaranya:

Dapat Menentukan Harga Jual

Perusahaan pada umumnya menetapkan barang atau jasa yang mereka tawarkan berdasarkan Total biaya produksi yang dikeluarkan, jenis spesifikasi barangnya dan banyaknya permintaan. Dengan begitu melalui perhitungan harga pokok penjualan perusahaan bisa dengan mengetahui  secara detail dan akurat berapa harga jual yang pas untuk dibebankan ke para pembeli.

Alat untuk memantau realisasi biaya produksi

Seorang pelaku bisnis / perusahaan yang bisnisnya dibidang manufaktur atau melalui proses produksi saat mereka telah menerima sebuah pesanan dari pemesanan, maka manajeman membutuhkan informasi biaya produksi yang sesungguhnya dikeluarkan dalam memenuhi pesanan tersebut.

Jadi akuntansi biaya dapat dipakai sebagai alat untuk mengumpulkan informasi biaya produksi setiap pesanan yang diterima untuk dapat memantau apakah proses produksi produk tertentu menghasilkan total biaya produksi pensana yang sesuai perrhitungan sebelumnya atau tidak.

Membantu menghitung laba atau rugi

Dengan melakukan perhitungan Harga Pokok Penjualan seorang pelaku bisnis dapat memungkinkan untuk mengetahui pesanan menghasilkan laba atau sebaliknya. Karna dari situ Kita bisa mengetahui semua Total biaya terkait pengadaan barang yang akan dijual.

Perhitungan HPP ini dilakukan dalam satu priode tertentu atau tahun buku berjalan. Hal ini karena perhitungan HPP yang akurat dapat mempengaruhi laba rugi perusahaan dalam tahun berjalan.  Hal tersebut diketahui bila harga jual lebih besar daripada harga pokok penjualan maka akan menghasilkan laba, Begitu pula sebaliknya jika harga jual lebih rendah daripada harga pokok penjualan maka akan mengalami kerugian.

Dalam Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), terdapat unsur-unsur pokok pembentuk Harga Pokok Penjualan yang perlu Anda pahami, yaitu:

Persediaan Awal Barang : Persedian awal barang merupakan persedian barang yang tersedia diawal suatu priode. Saldo persedian awal perusahan terdapat pada nerca saldo periode berjalan atau laporan neraca tahun sebelumnya.

Persediaan akhir: Persedian akhir barang dagang adalah persedian barang-barang pada akhir suatu periode atau akhir tahun tutup buku. Saldo persedian akhir perusahaan akan diketahui dari data penyesuaian perusahaan pada akhir periode atau dalam kartu stok persediaan Barang.

Pembelian bersih: Pembelian yang dilakuakan perusahaan baik peembelian barang oleh perusahaan, baik secara tunai maupun kredit serta ditambah dengan biaya angkut pembelian kemudian dikurangi dengan potongan pembelian atau retur pembelian.

Biaya Bahan Baku: Bahan baku adalah dasar yang digunakan untuk membuat produk jadi yang siap pakai. Bahan yang digunakan untuk produksi barang diperoleh melalui pembelian atau pengolahan sendiri. Estimasi biaya ini meliputi harga pokok semua bahan untuk membuat produk.

Biaya Tenaga Kerja: Biaya tenaga kerja dikeluarkan agar dapat mengubah bahan baku yang sudah dibeli menjadi produk jadi yang siap pakai oleh konsumen. Biaya ini digunakan untuk
membayar sumber daya manusia atau tenaga kerja yang terlibat pada saat proses produksi.

Dalam biaya tenaga terbagi menjadi 2 yaitu:

 ==> Biaya tenaga kerja langusng adalah biaya tenaga kerja yang pengeluaran yang dikeluarkan langsung pada suatu operasi proses produksi.

 ==> Sedangkan biaya tenaga kerja tak langsung adalah semua biaya tenaga kerja yang secara tidak langsung terlibat dalam proses produksi.

Biaya Overhead

Biaya overhead adalah seluruh baiaya lain yang terjadi dalam membuat suatu produk. Semua biaya produksi selain dari bahan langsung dan tenaga kerja langsung, yang terdiri dari 3 kelompok biaya, yaitu biaya bahan tidak langusng, biaya tenaga kerja tidak langsung, dan biaya produksi tidak langsung lainnya seperti air, listrik, telpon, asuransi, pajak, pemeliharaan, penyusutan dan lain sebagainya.

Biasanya biaya overhead pabrik meliputi 3 unsur uatama, yaitu:
– Bahan tidak langsung dan perlengkapan.
– Tenaga kerja tak langsung.
– Biaya tidak langsung lainnya

Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dengan langkah:

1.  Menghitung penjualan bersih
Unsur-unsur yang terdapat pada penjualan bersih terdiri dari, Penjualan kotor, retur penjualan, potongan penjualan dan penjualan bersih. Untuk mencari penjualan bersih.

Rumusnya: 

Penjualan bersih = Penjualan Kotor – Retur Penjualan – Potongan Penjualan

2. Menghitung Pembelian Bersih
Unsur-unsur yang ada di dalamnya adalah, pembelian kotor, biaya angkut pembelian, retur pembelian dan pengurangan harga, retur pembelian, potongan pembelian

Rumusnya:
Pembelian bersih= Pembelian = biaya angkut pembelian –retur pembelian – potongan pembelian.

3. Menghitung Biaya produksi penjualan
Unsur-unsur didalam harga pokok penjualan adalah, persedian awal barang, pembelian, biaya angkut pembelian, retur pembelian dan pengurangan harga dan potongan
pembelian.

Rumusnya:
HPP = Persedian awal barang = pembelian bersih – Persediaan akhir.

4.Menghitung laba
Laporan ini menyajikan sumber pendapatan dan beban suatu perusahaan selama priode tertentu atau tahun buku penjualan. Rumus:

Mengitung Laba Kotor= Penjualan Bersih – Harga pokok penjualan,

Laba Bersih sebelum pajak adalah: Laba Kotor – Total Biaya.

Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Pada Usaha Kecil Menengah yang sederhana bisa kita lihat dibawah :

Cara menghitung HPP
Cara menghitung HPP

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY