Cara Menghitung BEP untuk Ukm secara Mudah dan Praktis

Cara Menghitung BEP untuk Ukm secara Mudah dan Praktis

570
0
SHARE
Cara Menghitung BEP untuk Ukm
Cara Menghitung BEP untuk Ukm

Radarjawa.com – Cara Menghitung BEP untuk Ukm secara Mudah dan Praktis. Menghitung BEP sangatlah penting dilakukan seseorang yang menggeluti usaha bisnis terutama saat akan memulai suatu Usaha atau saat menyusun business plan. Perhitungan BEP suatu bisnis/ Ukm yang tepat dan sangat baik akan bisa menarik perhatian buat para Investor apalila kita ingin mencari Pemodal dalam usaha yang akan kita jalankan. Disamping Itu Menghitung BEP untuk Ukm sangat diperlukan juga untuk pelaku bisnis itu sendiri.

Proposal bisnis / business plan yang sempurna dari segala aspes semisal aspek latar belakang yang bagus, pemasaran yang mumpuni, Produksi dan Operasi, Sdm yang handal, namun tidak tidak bisa menjelaskan Analisa Laporan keuangan dan kapan bisnis yang dirancang tersebut akan mengalami BEP, serta kapan akan mulai menangguk untung maka Proposal bisnis / business plan tersebut belum bisa dikatakan sempurna dan layak.

Kapan sebuah bisnis mengalami BEP? Jawabnya tentu bukan hanya kapan bisa diraih. Tapi juga harus dijelaskan pada harga jual berapa dan pada tingkat produksi berapa juga. Meski pertanyaannya sederhana, untuk menghasilkan tiga jawaban itu bukanlah perkara mudah bagi seorang bisnis pemula yang belum pengalaman.

Break Even Point (BEP) atau Titik impas adalah sebuah istilah ekonomi yang menunjukkan kapan total Keuntungan sebuah usaha setara atau sama dengan modal yang telah dikeluarkan.

Untuk memperjelas sebelum kita tau Cara Menghitung BEP untuk Ukm kita bisa lihat gambar dibawah ini terlebih dulu untuk mempermudah pemahamannya.

Untuk setiap usaha bisnis yang akan dibuat biasanya memiliki Fix Cost (garis biru), bisa berupa modal awal untuk sewa tempat usaha, pembelian alat produksi, dan gaji bagian Kantor, Pembelian Peralatan dll. Dimana biaya tersebut dikeluarkan yang diperlukan untuk membuat usaha berjalan atau dapat dimulai. Semua biaya tersebut dikelompokkan dalam biaya tetap (Fix Cost). Disebut Biaya Fixt cost karna besar kecilnya biaya tersebut tetap tidak tergantung dari perubahan volum produksi/ volume penjualan.

Selanjutnya Cara Menghitung BEP untuk Ukm untuk setiap unit barang yang akan diproduksi membutuhkan variabel cost (Biaya yang tidak tetap) yang bisa berubah-ubah. Biaya bahan baku, ongkos kerja, dan biaya-biaya lain selama produksi dimasukkan dalam kelompok variable cost dan dihitung per satuan item barang yang diproduksi. Sedangkan Jumlah kedua biaya (Fix cost dan variable cost) disebut total biaya.

Kemudian barang yang diproduksi tersebut dijual dan semua hasil penjualan barang dimasukkan dalam Total Pendapatan (Total Revenue, garis biru). Keadaan dimana total hasil penjualan (Total Revenue) sama dengan total biaya (Total Cost) inilah yang disebut Break Even Point (BEP).

Pada saat garis Total Revenue di atas garis Total Cost maka kita akan mulai meraih keuntungan atau laba. Semakin besar selisih total Revenue dan total Cost ini semakin besar maka laba bersih atau keuntungan investasi yang akan didapat (ditunjukkan oleh area yang ada tulisannya laba). begitu pula sebaliknya.

Selain Grafik diatas dibawah juga merupakan Grafik BEP lengkap terkait Tingkat ROI ( Return Of Investment) yaitu tingkat kapan Investasi yang ditanamkan dalam Usaha tersebut kembali.

BEP-ROI
BEP-ROI

Untuk menghitung perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk BEP, kita mulai saja bagaimana cara menghitung BEP baik berdasarkan jumlah unit dan berdasarkan nilai. Kita asumsikan Pendapatan Total (TR) adalah sama dengan Biaya total (TC) maka perhitungan BEP (Total Pendapatan = Total Biaya) berdasarkan unit dapat diturunkan melalui turunan rumus berikut :

Rumus BEP
Rumus BEP

Dimana :
TR adalah Pendapatan total (Total Revenue)
P adalah Harga Per Unit (Harga Jual)
X adalah Jumlah Unit
TC adalah Biaya total (Total Cost)
TFC adalah Biaya tetap total (Total Fix Cost)
V adalah Biaya variabel per unit (produksi)

Cara Menghitung BEP untuk Ukm Sebagai contoh kasusnya, misal kita akan membuka gerai frenchise Steak dengan modal awal Rp 25 juta. Keuntungan bersih yang didapat (keuntungan setelah dikurangi semua biaya produksi) selama 2 tahun adalah 26 juta. Berarti BEP usaha tersebut kurang dari 2 tahun dan dimana usaha tersebut layak dipertimbangkan untuk dilakukan. Namun jika BEP usaha tersebut 10 tahun kita harus mencari alternatif usaha lain yang bisa lebih menjanjikan.

Untuk lebih jelasnya kita gunakan saja contoh kasus bagaimana menggunakan rumus BEP diatas.

Misalkan kita ingin mengetahui Cara Menghitung BEP untuk Ukm BEP usaha frenchise Steak. Modal awal yang diperlukan hingga usaha siap berjalan adalah Rp 25 juta. Ongkos produksi untuk setiap 1 paket steak yaitu 10,000 (termasuk untuk minyak goreng, tepung, bumbu, Biaya gaji, dll) Sedangkan harga harga jual Rp 15.000,- per paket

Maka perhitungan BEP usaha tersebut dilakukan sebagai berikut:
BEPunit : X = TFC / ( P – V)
= Rp 25.000.000 / ( Rp 15.000 – Rp 10.000) = 5.000 Paket

Lantas berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk BEP? Yah tergantung frekuensi penjualannya. Kalau anda berpikir bahwa secara rata-rata terjual 10 paket per hari maka waktu yang dibutuhkan adalah 5.000/10 = 500 hari. Kalau bisa laku 50 potong perhari maka 5.000/50 = 100 hari, dan seterusnya.

Jadi berapa omzet yang harus diperoleh untuk BEP dalam bisnis warabla cafe steak tersebut? Jawabannya adalah jumlah unit barang dikali harga jual :

BEPRupiah = Jumlah unit x Harga Jual 
BEPRupiah = 5.000 x Rp 15.000 = Rp 75.000.000

Jadi saat kita telah memperoleh pendapatan/ omset sebesar 75 Juta usaha tersebut baru bisa dikatakan BEP. Jika penjualan totalnya sudah lebih dari Harga Pokok Penjualan ( HPP) sebesar 75 juta tadi kita baru memperolah keuntungan. Semisal omset penjualan kita selama 200 hari adalah 85 juta kita memperoleh laba sesesar 10juta, begitu sebaliknya.

Bila anda ingin menghitung jumlah omzet saat BEP tanpa harus menghitung jumlah unit dahulu, maka gunakan saja rumus berikut Dimana :

FC adalah Biaya Tetap , P Harga jual per unit, dan VC adalah Biaya Variabel per unit

Jadi bila kita gunakan data pada contoh di atas maka :

BEPNilai = 25.000.000 / ( 1 – [10,000 / 15,000] )

= 25.000.000 / (1 – 0,667)

= Rp 75.000.000

Yang paling penting dalam perhitungan BEP adalah bagaimana kita bisa mengelompokkan biaya yang termasuk fix cost dan variabel cost secara tepat.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY